Aku semakin jatuh cinta pada laki" itu
Sinar matanya mengingatkan aku pada seorang laki" yang dulu pernah aku cintai setengah mati, tapi itu tiga tahun yang lalu. Pertama ketemu dengan laki" ini, sempet terbersit pertanyaan apakah laki" yang ada dihadapanku ini masih ada hubungan saudara ama mantan lakiku dulu? Kenapa dia mirip banget bagaikan pinang debelah dua...tidak ada bedanya. Dari postur tubuhnya, tatapan matanya, senyumnya, dan cara memperlakukan aku pun sama. Dan satu lagi, panggilan sayang untukku pun juga sama dengan apa yg dilakukan oleh mantan lakiku.
Aku heran, kenapa aku bisa mabok cinta laki" ini yah? selama aku kenal dengannya, aku tidak pernah melihat dia tertawa lepas, paling mentok cuman senyum. dan klo ngobrol dia tidak pernah ada basa basinya. seingatku dia tidak pernah merayu aku dengan kata" manisnya, boro" bilang cinta...bilang sayang aja tidak pernah...tapi justru ini yg bikin aku kelimpungan. seandainya tiap hari dia mengobral rayuan dijamin dech aku bener" bisa blingsatan dibuatnya.
Hai laki" yang disana, taukah kamu bahwa aku tersiksa karena memendam rasa kangen yang begitu dalam pada dirimu. Kapankah kita bisa bertemu lagi dalam dunia fantasi kita? Apakah kamu tidak pernah terbersit perasaan yang sama dengan apa yg aku rasakan? Aku pingin kita menelusuri dunia fantasi itu bersamamu. rasanya sudah terlalu lama aku meninggalakan dunia fantasi kita, aku ingin kita bersama" kesana walaupun itu cuman sebatas mimpi.
Wednesday, December 08, 2004
Friday, December 03, 2004
KaNGen JoGJa
Akhirnya setelah tagihan datang, aku baru bisa menemukan nomor telp mantan bapak kostku. Sebelum Hp ku ilang sering bgt aku telp beliau...yah sekedar say hello, karena selama hampir 10 th jadi anak kost baru beliau bapak kost yang paling "TOP". Klo dah nggusip ama bapak kost satu ini gak akan ada habisnya dech...untung aja aku inget akan tagihan telp yang bengkak...jd aku akhiri acara nggusipnya.
Pertama kali datang ke rumah itu, serem yang aku rasain,bangunan yang besar dan berdiri begitu kokohnya terletak di ujung gang buntu. Dan ternyata rumah besar itu menjadi pilihanku terakhir, setelah hampir satu bulan keluar masuk gang, door to dooor hanya untuk mencari satu kamar yang layak untuk ditempati. Ternyata capek klo harus kost jauh dari kampus, selama belom dapat kost aku tinggal di saren, base camp anak" satu kampung. Sebenarnya aku sudah merasa nyaman di saren, cuman sudah tidak ada lagi kamar yang kosong, lagi pula itu base camp nya anak" cowok.
Hari dan jam sudah di tentukan by phone, dan sore itu aku datang dianter mas wawan untuk menyelesaikan semua aturan yang ada di kost itu. Woo...manis Sekali!!! itu kata" pertama yang keluar dari mulutku setelah tau seperti apa yang akan menjadi bapak kostku. Ternyata bapak kostku masih muda, dan gaul abis. Umur kami cuman terpaut 4 tahun, dan saat itu beliau sudah tingkat akhir di fakultas kedokteran gigi.
Ternyata bapak kost orangnya baik buanget sama kita" dan begitu dekat dengan anak" kost. Klo tidak baik tidak mungkin aku betah di sana sampe 7 th, dan juga di dukung oleh temen" satu kost yg baik. Dari mulai aku paling kecil sampe aku paling tua di kost itu, banyak suka duka yang aku alami di rumah itu. Pernha suatu ketika bapak kost secara halus mengusir kita semua, dengan alasan mau di renovasi. Sedih yang kami rasakan, karena kami harus berpisah dengan temen" selama beberapa tahun ini selalu hidup bersama. Kita telah menjadi saudara, ikatan perasan kita sebagai saudara sudah kuat sekali.
Satu persatu temen" mulai meninggalkan kost itu...dan kita tidak tau lagi kemana mereka pergi. dan aku satu"nya yg keluar paling terakhir, sedih..saat kaki harus melangkah pergi. Dan dengan berat hati aku tinggalkan juga rumah besar itu. Dan ternyata aku cuman bertahan satu bulan di kost yang baru....jujur aku tidak bisa meninggalkan kost aku yang lama. Bulan september 2001 aku balik lagi ke kost yang lama...dan ternyata kali ini aku adalah penghuni kost yang pertama. Sepertinya kita udah kompakan...karena temen" banyak yang balik lagi ke kost ini. Bulan mei 2002 aku bener" meninggalkan rumah itu, dan bertekat merubah kehidupanku di jakarta. Kalo keputusan itu tidak aku ambil...mungkin aku tidak akan seperti ini sekarang. Dan alhamdullilah akhirnya aku mendapatkan kerja yg lebih bagus ketika aku masih di jogya.
Dari perbincanganku semalam dengan bapak kost, tiba" ada keinginan untuk kembali ke jogya. he he he mungkin bapak kost sudah sedih melihat barang" ku yang menggunung di sudut ruangan, makanya beliau mengundang aku untuk datang ke jogya, biar segera membawa kabur barang" ku. Disini aku ucapkan sekali lagi...matur suwun buat mas erik yang sudah baik hati menampung gadis bandel ini, makasih banget atas kiriman buah"annya, makasih sudah menyadarkan aku agar tidak takut datang ke dr.gigi, makasih atas semua kebaikanya yang sudah mas erik berikan apdaku...dan tidak lupa aku selalu berdoa semoga mas erik cepat menemukan tambatan hatinya.
Pertama kali datang ke rumah itu, serem yang aku rasain,bangunan yang besar dan berdiri begitu kokohnya terletak di ujung gang buntu. Dan ternyata rumah besar itu menjadi pilihanku terakhir, setelah hampir satu bulan keluar masuk gang, door to dooor hanya untuk mencari satu kamar yang layak untuk ditempati. Ternyata capek klo harus kost jauh dari kampus, selama belom dapat kost aku tinggal di saren, base camp anak" satu kampung. Sebenarnya aku sudah merasa nyaman di saren, cuman sudah tidak ada lagi kamar yang kosong, lagi pula itu base camp nya anak" cowok.
Hari dan jam sudah di tentukan by phone, dan sore itu aku datang dianter mas wawan untuk menyelesaikan semua aturan yang ada di kost itu. Woo...manis Sekali!!! itu kata" pertama yang keluar dari mulutku setelah tau seperti apa yang akan menjadi bapak kostku. Ternyata bapak kostku masih muda, dan gaul abis. Umur kami cuman terpaut 4 tahun, dan saat itu beliau sudah tingkat akhir di fakultas kedokteran gigi.
Ternyata bapak kost orangnya baik buanget sama kita" dan begitu dekat dengan anak" kost. Klo tidak baik tidak mungkin aku betah di sana sampe 7 th, dan juga di dukung oleh temen" satu kost yg baik. Dari mulai aku paling kecil sampe aku paling tua di kost itu, banyak suka duka yang aku alami di rumah itu. Pernha suatu ketika bapak kost secara halus mengusir kita semua, dengan alasan mau di renovasi. Sedih yang kami rasakan, karena kami harus berpisah dengan temen" selama beberapa tahun ini selalu hidup bersama. Kita telah menjadi saudara, ikatan perasan kita sebagai saudara sudah kuat sekali.
Satu persatu temen" mulai meninggalkan kost itu...dan kita tidak tau lagi kemana mereka pergi. dan aku satu"nya yg keluar paling terakhir, sedih..saat kaki harus melangkah pergi. Dan dengan berat hati aku tinggalkan juga rumah besar itu. Dan ternyata aku cuman bertahan satu bulan di kost yang baru....jujur aku tidak bisa meninggalkan kost aku yang lama. Bulan september 2001 aku balik lagi ke kost yang lama...dan ternyata kali ini aku adalah penghuni kost yang pertama. Sepertinya kita udah kompakan...karena temen" banyak yang balik lagi ke kost ini. Bulan mei 2002 aku bener" meninggalkan rumah itu, dan bertekat merubah kehidupanku di jakarta. Kalo keputusan itu tidak aku ambil...mungkin aku tidak akan seperti ini sekarang. Dan alhamdullilah akhirnya aku mendapatkan kerja yg lebih bagus ketika aku masih di jogya.
Dari perbincanganku semalam dengan bapak kost, tiba" ada keinginan untuk kembali ke jogya. he he he mungkin bapak kost sudah sedih melihat barang" ku yang menggunung di sudut ruangan, makanya beliau mengundang aku untuk datang ke jogya, biar segera membawa kabur barang" ku. Disini aku ucapkan sekali lagi...matur suwun buat mas erik yang sudah baik hati menampung gadis bandel ini, makasih banget atas kiriman buah"annya, makasih sudah menyadarkan aku agar tidak takut datang ke dr.gigi, makasih atas semua kebaikanya yang sudah mas erik berikan apdaku...dan tidak lupa aku selalu berdoa semoga mas erik cepat menemukan tambatan hatinya.
Thursday, December 02, 2004
DuNiaKu BeDa DenGan DuNiaMu
Hai laki-laki yang ada di sana!!
Kamu tahu gak sih klo aku tuh ternyata jatuh cinta sama kamu!! ternyata aku mulai merasakan getar" cinta setiap aku ingat sekilas senyum manis kamu. Aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa mempunyai rasa itu terhadap kamu? Aku telah mengingkari janjiku sendiri. Aku inget betul, malam itu aku bilang ke kamu bahwa aku berjanji untuk tidak jatuh cinta sama kamu, tapi kenyataannya aku tidak bisa menepis rasa cinta itu.
Tapi saat ini kamu telah mempermainkan perasaanku, kamu tidak pernah tegas mengatakan "iya atau tidak". Apakah kamu senang melihat aku selalu gelisah menunggu kamu setiap saat? Aku tuh tidak mau kehilangan kamu, dan aku belum siap hidupku tanpa ada kamu....cinta telah membutakan mata dan hatiku. Tapi aku sadar, bahwa jalan kita tidak mungkin selalu bersama. Kamu punya dunia lain dan akupun juga punya kehidupan lain. Saat-saat aku mulai bisa menepis bayanganmu, saat itu juga kamu selalu datang dalam dunia fantasiku. Kamu selalu memberikan keindahan dan kenikmatan padaku dalam dunia fantasiku. Apakah aku terlalu berharap setetes cinta dari kamu,...hai laki-laki yang ada di sana?
Hai laki-lakiku,
Kamu benar, aku harus bangkit dari mimpi" ku selama ini. Aku harus kembali dalam dunia nyata....selama ini aku terlalu lama hidup dalam dunia fantasiku. Kamu tau gak sayang....bahwa dunia fantasi yang telah kita bangun itu teramat indah...dan sayang klo harus kita musnahkan. Setiap kakiku menapak untuk meninggalakan dunia fantasiku...selalu berat yang aku rasakan. Tapi aku berjanji sayang....aku harus kembali dalam kehidupan nyataku. Tapi ijinkan aku untuk menengoknya setiap aku merasa kangen akan dunia fantasi yang indah itu.
Kamu tahu gak sih klo aku tuh ternyata jatuh cinta sama kamu!! ternyata aku mulai merasakan getar" cinta setiap aku ingat sekilas senyum manis kamu. Aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa mempunyai rasa itu terhadap kamu? Aku telah mengingkari janjiku sendiri. Aku inget betul, malam itu aku bilang ke kamu bahwa aku berjanji untuk tidak jatuh cinta sama kamu, tapi kenyataannya aku tidak bisa menepis rasa cinta itu.
Tapi saat ini kamu telah mempermainkan perasaanku, kamu tidak pernah tegas mengatakan "iya atau tidak". Apakah kamu senang melihat aku selalu gelisah menunggu kamu setiap saat? Aku tuh tidak mau kehilangan kamu, dan aku belum siap hidupku tanpa ada kamu....cinta telah membutakan mata dan hatiku. Tapi aku sadar, bahwa jalan kita tidak mungkin selalu bersama. Kamu punya dunia lain dan akupun juga punya kehidupan lain. Saat-saat aku mulai bisa menepis bayanganmu, saat itu juga kamu selalu datang dalam dunia fantasiku. Kamu selalu memberikan keindahan dan kenikmatan padaku dalam dunia fantasiku. Apakah aku terlalu berharap setetes cinta dari kamu,...hai laki-laki yang ada di sana?
Hai laki-lakiku,
Kamu benar, aku harus bangkit dari mimpi" ku selama ini. Aku harus kembali dalam dunia nyata....selama ini aku terlalu lama hidup dalam dunia fantasiku. Kamu tau gak sayang....bahwa dunia fantasi yang telah kita bangun itu teramat indah...dan sayang klo harus kita musnahkan. Setiap kakiku menapak untuk meninggalakan dunia fantasiku...selalu berat yang aku rasakan. Tapi aku berjanji sayang....aku harus kembali dalam kehidupan nyataku. Tapi ijinkan aku untuk menengoknya setiap aku merasa kangen akan dunia fantasi yang indah itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

