Monday, August 29, 2005

Kenapa Harus ada Pertemuan

Akhirnya weekand ini gw bisa liburan ke bandung. Setelah ngurus segala sesuatunya kami bertiga berangkat jumat sore. Awalnya keberangkatan gw ke bandung di penuhi dengan perasaan malas, ragu dan entah perasaan apa lagi. Tanpa di duga, gw ketemu DIA di stasiun, awalnya tdk yakin kalo yg sedang di depan mataku adalah DIA. Tuhan mungkin mempertemukan kita supaya kita bisa baikan lagi. Dan benar, dia kaget saat melihatku bahkan dia pikir aku bercanda ketika aku bilang juga mau ke bdg.

Resah dan gelisah yg gw rasakan, ketika gw mulai membuka pembicaraan dan mengajaknya makan di restorasi DIA tdk keberatan. Pertama mengawali kita merasa canggung, bahkan DIA juga merasakan hal yg sama. Dua tahun yang lalu hubungan kita masih manis, dan bahkan dua tahun yang lalu DIA memenuhi janji2 nya yg pernah di ucapkannya.

Kenapa harus ada pertemuan kalo semua harus seperti ini. Pertemuan kita akhiri dengan perasaan kecewa. Aku melihat DIA berubah 180 derajat, padahal beberapa menit yg lalu kita masih baik2 saja. Bukan maksudku ingin mematai2 kamu, tapi temen2 ku yg mengajak kami ada disana. Mereka tidak salah, karena temen2 ku tidak pernah tau apa yg telah terjadi diantara kita. Tapi itu tdk berpengaruh terhadapku, mungkin karena aku sudah mulai bisa terima kenyataan ini. Aku tidak marah sama kamu, aku juga tidak benci kamu. Bahkan aku berusaha membela kamu di depan temen2 bahwa kamu tidak menyakiti aku, semua kamu lakukan semata2 karena itu yg terbaik buatku. Aku kecewa karena kamu bisa berubah secepat itu. Aku kecewa karena temen2 menilai kamu negatif padahal waktu di kereta mereka menilai kamu begitu baik dan bahkan mereka mulia menyukai kamu.

Pertemuan yg berakhir dengan kekecewaan itu tidak membuat liburanku jadi kacau, semua tetep berjalan sesuai dengan rencana. Kami cek ini di hotel sekitar pukul 12 malam, Siang hari kami harus cek out dari hotel putri gunung berhubung semua kamar sudah di pesen oleh bank mandiri. kMai mengawali perjalanan menikmati bandung di waktu siang. Jam 6 malam kita cek ini di pusdiklat, karena semua hotel sudah penuh. Jam 7 malam kita kembali ke kota untuk memuaskna rasa penasaran kami dengan makan mie kocok yang paling lama keberadaanya di bdg. Setelah itu jalan menulusuri dago di waktu malam. Jam 10 kita kembali ke penginapan. Setelah sopir kantor pulang kita melanjutkan perjalanan dengan mobil temen ke kampung daun. Tapi sayang kita tidka bisa menikmati makanan yg ada disana karena kita datang sdh hampir jam 12. Jam 2 pagi kita baru sampe di penginapan, padahal di mobil aku sdh tidur saking capeknya. Jam 9 pagi kita memulai perjalanan ke kota sekaligus cek out dr penginapan. Seteleh muter2 meski pake acara salah jalan akhirnya apa yg kita tuju tercapai juga, kita janjian ama sopir kantor di gasebo, karena harus ganti mobil. lAnjut ke stasiun diantar sopir kantor sementara temen kami pulang ke jakarta dengan mobil sendirian. Jam 6 sampe kembali di Jakarta...capek tapi seneng bisa sejenak melepaskan rutinitas kerja.

Friday, August 26, 2005

Ini Bukan Mimpi

Beberapa hari ini gw gak tau dengan perasaan gw, bimbang dan ragu yang gw rasakan. Setiap gw yakin dengan apa yg akan gw putuskan, tiba2 keraguan itu datang melandaku. Gw gak tau apakah keputusan yg akan aku ambil tepat buatku atau tidak. Gw ngerasa aneh dengan kehidupan yg gw jalani saat ini, kenapa gw tidak pernah tegas dalam mengambil keputusan terpenting dlm hidupku, dan gw ragu dengan imbas dari segala keputusanku. Sanggupkah gw menjalaninya???

Selama ini gw berjuang dari nol, dan gw tidak mau menghancurkan apa yg sdh gw bangun. Gw juga tdk perduli dengan cemoohan orang melihat gw yang sekarang, karena semua hasil dr perjuangan gw. Banyak orang yg menentang dengan prinsip hidup yang gw jalani, tapi gw tetep tidak perduli, toh gw tidak pernah mengganggu hidup mereka.

Ada beberapa orang yang sangat berjasa dalam kehidupan gw, dan gw tidak akan pernah bisa melupakan mereka dalam kehidupan gw barang sedetikpun. Gw tau mereka semua sayang sama gw, tapi mereka tidak mau menunjukan itu semua karena gw yakin mereka tdk ingin melihat gw menjadi wanita yg cengeng, mnanja dan tidak bisa mandiri. Selama ini mereka selalu bangga dengan apa yg ada dlm diri gw, mereka mengajarkan aku untuk bisa survive di jakarta yang serba keras ini, dan terbukti gw bisa meraih mimpi2 banyak orang, terbukti sekarang gw bisa selalu ada disini, diruangan ini, di gedung ini.

Sungguh ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan dan jalan hidup yg mesti gw jalani. Selama ini gw selalu merasa kurang dan kurang, gw tidak pernah bersyukur dengan apa yg sdh gw raih, dan mungkin banyak orang mengininkan bahkan mencita2 kan bisa berada di tempat gw sekarang. Dan sekarang gw sadar, betapa beruntungnya gw meskipun semua memerlukan perjuangan yang sangat berat. Dan gw yakin sekarang, apa yg gw inginkan akan terwujud asalkan gw mau berusaha dan berdoa. Amin...


Oya, di bulan agustus ini banyak taman dan orang2 yg aku cintai dan aku sayangi berulang tahun. Happy B'day Buat :
Tanggal 07 : Mas Iwan (Cinta-ku)
Tanggal 08 : M'Tina (Sekertaris divisi)
tanggal 15 : Tony (adik sepupu yang paling ganteng)
Tanggal 15 : Upik (Tetangga sebelah divisi)
Tanggal 16 : Epin (Sahabat dari awal kuliah sampe sekarang)
Tanggal 26 : MAs Ted (My Hero)
Tanggal 29 : Tata ( Bintang Kecilku)

Monday, August 08, 2005

Adat itu masih ada

Disaat aku menemukan orang yg tepat buatku, hubungan kami harus terbentur dengan adat. Adat dia melarang kami untuk bersatu, tidak baik jika anak ketiga menikah dengan anak pertama..heran jaman modern kayak gini kenapa masih saja ada yang percaya hal semacam itu. Aku yakin, jodoh rejeki dan hidup mati seseorang itu sdh di atur. Padahal dia laki2 yang sudah bertahun2 meninggalkan kampung halamannya, tapi masih juga menganut dan percaya hal2 semacam itu. Apa boleh buat...akupun harus mengalah dan bisa menerima alasannya.