Friday, December 03, 2004

KaNGen JoGJa

Akhirnya setelah tagihan datang, aku baru bisa menemukan nomor telp mantan bapak kostku. Sebelum Hp ku ilang sering bgt aku telp beliau...yah sekedar say hello, karena selama hampir 10 th jadi anak kost baru beliau bapak kost yang paling "TOP". Klo dah nggusip ama bapak kost satu ini gak akan ada habisnya dech...untung aja aku inget akan tagihan telp yang bengkak...jd aku akhiri acara nggusipnya.

Pertama kali datang ke rumah itu, serem yang aku rasain,bangunan yang besar dan berdiri begitu kokohnya terletak di ujung gang buntu. Dan ternyata rumah besar itu menjadi pilihanku terakhir, setelah hampir satu bulan keluar masuk gang, door to dooor hanya untuk mencari satu kamar yang layak untuk ditempati. Ternyata capek klo harus kost jauh dari kampus, selama belom dapat kost aku tinggal di saren, base camp anak" satu kampung. Sebenarnya aku sudah merasa nyaman di saren, cuman sudah tidak ada lagi kamar yang kosong, lagi pula itu base camp nya anak" cowok.

Hari dan jam sudah di tentukan by phone, dan sore itu aku datang dianter mas wawan untuk menyelesaikan semua aturan yang ada di kost itu. Woo...manis Sekali!!! itu kata" pertama yang keluar dari mulutku setelah tau seperti apa yang akan menjadi bapak kostku. Ternyata bapak kostku masih muda, dan gaul abis. Umur kami cuman terpaut 4 tahun, dan saat itu beliau sudah tingkat akhir di fakultas kedokteran gigi.

Ternyata bapak kost orangnya baik buanget sama kita" dan begitu dekat dengan anak" kost. Klo tidak baik tidak mungkin aku betah di sana sampe 7 th, dan juga di dukung oleh temen" satu kost yg baik. Dari mulai aku paling kecil sampe aku paling tua di kost itu, banyak suka duka yang aku alami di rumah itu. Pernha suatu ketika bapak kost secara halus mengusir kita semua, dengan alasan mau di renovasi. Sedih yang kami rasakan, karena kami harus berpisah dengan temen" selama beberapa tahun ini selalu hidup bersama. Kita telah menjadi saudara, ikatan perasan kita sebagai saudara sudah kuat sekali.

Satu persatu temen" mulai meninggalkan kost itu...dan kita tidak tau lagi kemana mereka pergi. dan aku satu"nya yg keluar paling terakhir, sedih..saat kaki harus melangkah pergi. Dan dengan berat hati aku tinggalkan juga rumah besar itu. Dan ternyata aku cuman bertahan satu bulan di kost yang baru....jujur aku tidak bisa meninggalkan kost aku yang lama. Bulan september 2001 aku balik lagi ke kost yang lama...dan ternyata kali ini aku adalah penghuni kost yang pertama. Sepertinya kita udah kompakan...karena temen" banyak yang balik lagi ke kost ini. Bulan mei 2002 aku bener" meninggalkan rumah itu, dan bertekat merubah kehidupanku di jakarta. Kalo keputusan itu tidak aku ambil...mungkin aku tidak akan seperti ini sekarang. Dan alhamdullilah akhirnya aku mendapatkan kerja yg lebih bagus ketika aku masih di jogya.


Dari perbincanganku semalam dengan bapak kost, tiba" ada keinginan untuk kembali ke jogya. he he he mungkin bapak kost sudah sedih melihat barang" ku yang menggunung di sudut ruangan, makanya beliau mengundang aku untuk datang ke jogya, biar segera membawa kabur barang" ku. Disini aku ucapkan sekali lagi...matur suwun buat mas erik yang sudah baik hati menampung gadis bandel ini, makasih banget atas kiriman buah"annya, makasih sudah menyadarkan aku agar tidak takut datang ke dr.gigi, makasih atas semua kebaikanya yang sudah mas erik berikan apdaku...dan tidak lupa aku selalu berdoa semoga mas erik cepat menemukan tambatan hatinya.

No comments: