Friday, May 20, 2005

Kemarin aku membencimu...

Kalu mengingatnya, rasanya peristiwa yang menyakitkan itu baru saja terjadi. Dan seketika itu aku begitu terpukul, tak percaya dengan apa yang telah terjadi, tapi itulah kenyataannya. Dan jujur aku sangat kehilangan dirimu, mungkin karena aku belom siap kehilanganmu. Aku tidak bisa mengendalikan emosiku, marah setiap aku ingat kamu. Dan yang ada hanyalah perasaan benci yang begitu membara.

Bukan aku namanya kalo sampai memendam rasa benci itu berlama". Akupun akhirnya bisa memaafkan kamu, bisa nerima kenyataan meskipun itu begitu menyakitkan. Tapi kamu terlanjur sakit hati, karena aku begitu emosi menerima kenyataan yang tidak pernah ada dalam bayanganku. Dan apa yang terjadi kemudian, kita sama" memendam rasa amarah itu, kita sama" sakit hati, bahkan kamu tidak mau lagi mengenalku. Ok...aku terima itu...tapi apa tidak ada kata maafmu buatku???

Dan sekarang aku pengen kita bisa berteman seperti dulu, membina hubungan baik tanpa ada rasa marah. Sebenarnya sudah lama aku melupakan masalah itu, bahkan aku pun juga sudah tidak lagi peduli dengan kejadian itu. Tapi aku bingung, gimana caranya aku bisa menjadi temanmu, karena aku tau kamu masih menyimpan marah untukku. Aku pengen kita bisa ketemu, saling terbuka tentang perasaan kita, tentang ganjalan yang ada dihatiku selama ini. Kemarin aku memang membencimu, tapi sekarang aku sudah melupakan itu.

Perlahan" akhirnya aku bisa membuang perasaanku padamu. Aku mencoba untuk bersikap dewasa menghadapi masalah ini, mencoba berpikir seribu kali. Dan hasilnya kita bisa menjadi teman, sahabat tanpa harus ada perasaan yang menganggu kita. Dulu aku sayang sama kamu, bahkan terlalu mencintaimu, tapi apa dayaku, cintamu akhirnya lepas juga dari genggamanku karena aku tidak bisa menggenggam cinta itu erat-erat. Dan cintamu berhak kamu berikan kepada orang yang tepat, dan sekarang kamu telah menemukannya. Aku sekarang bahagia dengan kehidupanku sekarang...dan aku sangat menikmatinya. Kuharap kamu juga menemukan kebahagiaan yang sama seperti apa yang aku rasakan sekarang. Dan ternyata benar "CiNtA TaK HaRuS MeMiLiKi"

No comments: