Akhirnya weekand ini gw bisa liburan ke bandung. Setelah ngurus segala sesuatunya kami bertiga berangkat jumat sore. Awalnya keberangkatan gw ke bandung di penuhi dengan perasaan malas, ragu dan entah perasaan apa lagi. Tanpa di duga, gw ketemu DIA di stasiun, awalnya tdk yakin kalo yg sedang di depan mataku adalah DIA. Tuhan mungkin mempertemukan kita supaya kita bisa baikan lagi. Dan benar, dia kaget saat melihatku bahkan dia pikir aku bercanda ketika aku bilang juga mau ke bdg.
Resah dan gelisah yg gw rasakan, ketika gw mulai membuka pembicaraan dan mengajaknya makan di restorasi DIA tdk keberatan. Pertama mengawali kita merasa canggung, bahkan DIA juga merasakan hal yg sama. Dua tahun yang lalu hubungan kita masih manis, dan bahkan dua tahun yang lalu DIA memenuhi janji2 nya yg pernah di ucapkannya.
Kenapa harus ada pertemuan kalo semua harus seperti ini. Pertemuan kita akhiri dengan perasaan kecewa. Aku melihat DIA berubah 180 derajat, padahal beberapa menit yg lalu kita masih baik2 saja. Bukan maksudku ingin mematai2 kamu, tapi temen2 ku yg mengajak kami ada disana. Mereka tidak salah, karena temen2 ku tidak pernah tau apa yg telah terjadi diantara kita. Tapi itu tdk berpengaruh terhadapku, mungkin karena aku sudah mulai bisa terima kenyataan ini. Aku tidak marah sama kamu, aku juga tidak benci kamu. Bahkan aku berusaha membela kamu di depan temen2 bahwa kamu tidak menyakiti aku, semua kamu lakukan semata2 karena itu yg terbaik buatku. Aku kecewa karena kamu bisa berubah secepat itu. Aku kecewa karena temen2 menilai kamu negatif padahal waktu di kereta mereka menilai kamu begitu baik dan bahkan mereka mulia menyukai kamu.
Pertemuan yg berakhir dengan kekecewaan itu tidak membuat liburanku jadi kacau, semua tetep berjalan sesuai dengan rencana. Kami cek ini di hotel sekitar pukul 12 malam, Siang hari kami harus cek out dari hotel putri gunung berhubung semua kamar sudah di pesen oleh bank mandiri. kMai mengawali perjalanan menikmati bandung di waktu siang. Jam 6 malam kita cek ini di pusdiklat, karena semua hotel sudah penuh. Jam 7 malam kita kembali ke kota untuk memuaskna rasa penasaran kami dengan makan mie kocok yang paling lama keberadaanya di bdg. Setelah itu jalan menulusuri dago di waktu malam. Jam 10 kita kembali ke penginapan. Setelah sopir kantor pulang kita melanjutkan perjalanan dengan mobil temen ke kampung daun. Tapi sayang kita tidka bisa menikmati makanan yg ada disana karena kita datang sdh hampir jam 12. Jam 2 pagi kita baru sampe di penginapan, padahal di mobil aku sdh tidur saking capeknya. Jam 9 pagi kita memulai perjalanan ke kota sekaligus cek out dr penginapan. Seteleh muter2 meski pake acara salah jalan akhirnya apa yg kita tuju tercapai juga, kita janjian ama sopir kantor di gasebo, karena harus ganti mobil. lAnjut ke stasiun diantar sopir kantor sementara temen kami pulang ke jakarta dengan mobil sendirian. Jam 6 sampe kembali di Jakarta...capek tapi seneng bisa sejenak melepaskan rutinitas kerja.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment